<aside> πŸ“

PENDAPAT PENULIS (GRAYPLASMA*)

Disclaimer dulu, pembahasan di bawah bakal fokus ke segmen monitor aja, terutama konteks pasar Indonesia, berdasarkan pengamatan dan ketertarikan penulis ngikutin perkembangan dan tren monitor.

POIN 1 | MODEL BISNIS ODM VS OEM, dan yang lain

Untuk brand yang memakai Pabrik OEM umumnya brand bakal ada keterlibatan dalam desain dan penentuan spesifikasi produk sebelum diproduksi pabrik nya. ya contohnya kaya biasanya OEM dia punya rancangan molding body monitor dan standar panel buat Pabrik bikin barang dia. Sementara untuk ODM, itu design nya dari pabrik yang menyediakan jasa ODM lalu menggunakan branding yang brand mau, ada yang hanya menempel merk.

Dari situ penulis bisa lihat kalau brand punya peranan penting untuk penentuan kualitasnya. karena ya, mau ODM ataupun OEM, jika brand mintanya yang penting nyala yang penting jalan tanpa ada tahapan QA (Quality Assessment) dan QC (Quality Control) yang memadai atau bahkan mungkin jika brandnya jahat bisa aja asal keruk yang penting berbentuk.

Kemudian masalah utamanya dan juga salah satu faktor penentu juga menurut penulis, market monitor ini relatif sensitif dengan spesifikasi yang ditawarkan dibandingkan laptop, TV, atau bahkan smartphone. Dari hal tersebut, bisa mempersempit profit yang brand bisa dapatkan dan alhasil bisa memengaruhi ke bagaimana brand mengatur efisiensi anggaran untuk satu lineup produk seperti misalnya bisa saja memengaruhi ke bagaimana mereka kontrol Produksi dan QC

Tapi model Bisnis Monitor itu kemungkinan tidak hanya OEM dan ODM, ada juga OBM (Original Brand Manufacturer), seperti misal Brand Skyworth yang desain dan jual produk atas nama mereka sendiri yang mana memungkinkan mereka punya kontrol full atas desain dan bagaimana mereka produksinya. ada juga CMS (Contract Manufacturer Service), tapi sayangnya sejauh ini penulis belum dapat informasi terkait brand mana aja yang pake model jualan gini.

POIN 2 | LIKA LIKU MARKET MONITOR DI INDONESIA

Penulis lihat di diskusi forum ada beberapa brand jualan monitor yang pakai skema ODM memiliki variasi dari sisi reliabilitas barangnya, baik dari sisi panel sampai kejelasan garansi. Penulis juga punya kekhawatiran terkait konsistensi kualitas panel yang brand itu jual, ya meskipun masih belum pasti, dikarenakan banyak yang bermasalah yang akan bersuara (mengeluhkan unit nya cacat) tapi sedikit yang tidak bermasalah yang bersuara.

Di forum GTID, pernah ada beberapa laporan kasus unit dari brand seperti β€œitu” pas setelah menyalakan Monitor, dan mendapatkan jumlah dead pixel yang cukup banyak, ini jelas bikin banyak pertanyaan terkait bagaimana proses QA dan QC yang brand itu lakukan sebelum unit nya dikirim ke buyer, ya walaupun tentu ini tidak bisa langsung dianggap mewakili keseluruhan brand.

Disisi aftersales juga masih jadi tanda tanya gede, kaya contohnya brand gede seperti AOC dan Gigabyte yang lalu ramai di forum GTID aja bisa kena isu aftersales yang bisa dibilang buruk walau ya akhirnya bisa dibenahi setelah beberapa waktu. bagi penulis, untuk brand sebesar itu saja bisa terkena permasalahan sebesar itu, cukup wajar kalau muncul banyak keraguan terhadap brand-brand kecil untuk bisa kasih konsistensi kualitas dan layanan mengingat belum ada rekam jejaknya.

POIN 3 | MASALAH UTAMA BRAND ODM MONITOR DI INDONESIA

Salah satu hal yang sering dipertanyakan di forum adalah bagaimana brand ODM itu memilih dan bisa kontrol standar kualitas panel yang mereka gunakan sampai ke QC sebelum unit dikirim ke buyer. ini membuat penulis sangat kesulitan untuk bisa bisa menyarankan brand-brand ODM lokal sini karena benar benar perlu seleksi ekstra ke barangnya, tidak hanya dari hasil kualitas barang, tapi sampai ke rekam jejak brand itu jualan bagaimana.

Dan jujur, perdebatan OEM vs ODM ini tidak bakal ada habisnya.

POIN 4 | KESIMPULAN

Terakhir, bukan hanya brand ODM saja yang menurut penulis perlu diberi pertimbangan lebih banyak. beberapa brand OEM besar juga punya beberapa permasalahan seperti misalnya LG yang beberapa kasus Garansinya lebih membingungkan dibanding brand-brand lain, ada juga Brand seperti Lenovo yang kebijakan claim garansinya pernah bikin pengguna bertanda tanya.

Bagi penulis, ini bukan lagi tentang brand jualan produk dari sistem OEM, ODM, atau OBM. Melainkan lebih ke bagaimana brand itu memberikan kepastian ke buyer terkait kontrol kualitas, standar QC, dan jaminan aftersales terkait produk yang dijualnya.

</aside>

<aside> πŸ“

CATATAN JANGAN KAGET KALAU TOKO DIGITAL ALLIANCE ITU JUAL MONITOR OEM (SEPERTI ASUS, MSI, DKK) KARENA INFO TERAKHIR DIBELI AGRES

</aside>

ALASAN TIDAK LAYAK DIBELI (MENURUT GTID)

https://youtu.be/oH_MXnmaGY0?si=_b87_eBW8zbOrPN5

https://youtu.be/-PEpPe0_G00?si=I1oQydvfNaEsX9b7

https://www.youtube.com/watch?v=9Z1QQEMzgB4

<aside> πŸ“

PENJELASAN TEC REVIEWER LAIN

https://www.youtube.com/watch?v=I2377tvboDw

</aside>

Link Utama

**https://bit.ly/notionrekomendasimonitorbygrayplasma**